Aquascape

Red Cheery Shimp, Si Udang Merah Pemanis Aquascape



duniaair.com – Udang Red Cheery dengan nama latin Neocaridina davidi adalah udang hias air tawar dari Jepang dan Taiwan. Udang ini sangat mudah untuk dipelihara dan dapat berkembang biak dengan baik, selain itu udang ini mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi air. Sesuai dengan namanya, red cheery mempunyai warna dasar merah dengan garis-garis putih berkilat dibagian punggungnya.

Perilaku Red Cheery

Red Cheery termasuk udang non agresif dan aktif disepanjang hati. Udang ini banyak menghabiskan waktu pada tanaman air dan bebatuan. Selain bersembunyi untuk perlindungan saat pergantian kulit, tanaman air juga berguna untuk habitat awal udang muda. Sebelum memelihata udang ini, sangat disarankan untuk menanam java moss atau java tern terlebih dahulu.

Untuk indukan betina yang sedang bertelur cenderung bersembunyi dalam celah-celah bebatuan dan kayu guna menghindari para predator. Apabila sang indukan merasa terancam, indukan akan segera mengeluarkan telur yang dibawa dibawah tubuhnya.

Makanan Udang Red Cheery

Makanan utama udang ini adalah ganggang dan alga alias lumut. Tak heran banyak pecinta aquascape memelihara udang ini dalam jumlah yang banyak untuk menghambat tumbuhnya lumut. Selain pemakan ganggang dan alga, red cheery juga memakan daun lunak, timun jepang, kacang polong dan bayam. Banyak juga aquascaper (sebutan pecinta aquascape) memberikan irisan wortel untuk membentuk warna merah pada udang ini.

Karena bahan alami seperti bayam dan wortel mudah busuk yang membuat kualitas air mudah keruh. Dapat juga memberikan makanan instan olahan yang telah disediakan oleh perusahaan pembuat makanan udang, tetapi harus diingat makanan instan olahan kadang mengandung zat-zat kimia yang dapat membunuh udang. Sehingga harus disesuaikan dengan takarannya.

Perbedaan Jantan dan Betina Udang Red Cheery

Indukan Red Cheery Betina

Indukan Red Cheery Betina

Udang jantan cenderung kurang berwarna daripada udang betina. Ekornya pun lebih kecil dan ramping karena tidak digunakan untuk membawa telur. Sedangkan untuk betina ukurannya lebih besar dan mempunyai warna yang lebih menarik. Pada bagian bawah perut akan terlihat seperti bentuk tirai yaitu ovarium yang berguna untuk menyimpan telur.

Proses Pemijahan

Untuk proses pemijahan, akuarium disetting dengan dominasi java moss, karena lumut asli Indonesia ini mempunyai daun kecil-kecil dan rimbun. Red Cherry membutuhkan suhu air rendah antara 5 derajat – 26 derajat celcius. Gunakan chiller untuk menurunkan suhu air atau kipas angin. Atur ph air antara 6,8 – 7,2

telur red cheery

Indukan dengan Telur

Pergantian air juga dibutuhkan agar kualitas air terjaga bagus. Red Cheery bisa bertahan hidup samoai dengan 2 tahun, sedangkan umur udang dewasa siap kawin sekitar 6 bulan, setelah itu udang dapat memijah setiap bulannya. Diperlukan kurang lebih 3 minggu untuk telur menetas, tiap indukan rata-rata dapat menghasilkan 20-30 ekor anakan. Harga udang ini relatif berkisar dari Rp 3.000 – Rp 10.000 per ekor. Sedangkan untuk indukan bisa mencapai harga Rp 20.000

 

Previous post

Redtail Catfish, Lele Berekor Merah Dari Amazon

Next post

Manfish, Malaikat Air yang Penuh Pesona

Komentar Anda